Anshurussunah al-Muhammadiyah (Bekasi)

“Banyak yang mengaku madu murni, tetapi dimana islam yang murni ?”

Arsip untuk Juni, 2008

DA’I HIZBUT TAHRIR DIPERMALUKAN MUSLIMIN JEPANG

Ditulis oleh abuaslam di/pada Juni 17, 2008

DA’I HIZBUT TAHRIR DIPERMALUKAN MUSLIMIN JEPANG

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Disebutkan bahwasanya salah satu da’I mereka (Hizbut Tahrir) pergi ke Jepang, kemudian memberikan kajian/ceramah pada mereka (penduduk Jepang) yang salah satu materinya adalah tentang jalan atau cara untuk beriman. Didalamnya (ia mengatakan) bahwasanya hadits ahad tidak bisa dipakai dalam masalah aqidah. Ketika itu hadir seorang pemuda yang berakal cerdik pandai berkata kepada di penceramah tadi: “Wahai Ustadz! Engkau datang ke negeri Jepang sebagai seoarang da’I di negeri syirik, kufur seperti yang engkau katakan. Engkau datang menyeru mereka kepada agama Islam dan engkau mengatakan kepada mereka bahwa Islam mengatakan: “Sesungguhnya hadits ahad tidak bisa dipakai dalam masalah aqidah”! padahal yang engkau terangkan kepada kita sesungguhnya adalah termasuk dari perkara aqidah, (sementara engkau juga mengatakan) dalam masalah aqidah jangan memakai (khabar) dari  satu orang. Sedang engkau  sekarang mendakwahi kami kepada Islam dan engkau seorang diri, maka pantaskah  bagimu menurut filsafatmu  ini? Hendaklah engkau kembali ke negerimu kemudian engkau datangkan orang-orang muslim yang sepertimu, yang mereka berpendapat seperti pendapatmu sehingga kabarmu menjadi mutawatir”. Maka tercenganglah si penceramah tadi.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak contoh yang menunjukkan dampak negatif orang yang menyelisihi manhaj Salafush Shalih. Dalam shahih Bukhari telah dating hadits dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam be rsabda: “Apabila salah seorang di antara kalian duduk pada tasyahud akhir (terakhir) maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara; Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari siksa Jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan kematian dan dari jeleknya fitnah masihiffajjal” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan An Nasai dengan sanad shahih).

Hadits ini adalah salah satu dari hadits-hadits ahad akan tetapi menurut filsafatnya Hizbut Tahrir adalah hadits yang anah dan asing. Karena (dalam haditsini) satu segi mengandung hukum syar’i yang menunjukkan Hizbut Tahrir dalam menetapkan hokum syar’i boleh/bisa menggunakan hadits ahad, di sisi lain mengandung permasalahan aqidah (yang sebagaimana biasa, mereka akan menolak menggunakannya sebagai sandaran). Di sana disebutkan tentang siksa kubur dan fitnah Dajjal yang besar yang telah diriwayatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan hadits-hadits yang banyak. Salah satunya adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Di antara penciptaan Adam dan Hari Akhir akan muncul fitnah atas ummatku yang lebih berbahaya dari pada Dajjal”.(HR. Ahmad, Muslim dan Al Hakim).

Mereka (Hizbut Tahrir) tidak meyakini adanya Dajjal ini, karena mereka menganggap ini bukanlah hadits mutawatir.

Kita Tanya kepada mereka, bagaimana pendapat kalian terhadap hadits Abu Hurairah (tersebut) yang satu sisi mengandung hokum syar’i, sehingga wajib bagi kalian pada akhir shalatnya mengucapkan “dan berlindung dari siksa kubur”.

Apakah kalian berlindung (kepada Allah) dari siksa kubur sementara kalian tidak beriman dengan siksa kubur?. Ini adalah dua hal berlawanan yang tidak akan pernah bertemu. Kemudian mereka dating pada kita berkelit dengan cara yang dilarang Allah bagi kaum muslimin dengan mengatakan “Kami membenarkan siksa kubur tapi tidak beriman dengannya”.

Ini adalah filsafat yang aneh dan janggal, apa yang bisa membawa mereka (pada yang demukian itu). Mereka dating dengan filsafat yang pertama dan bersambung dengan filsafat yang banyak. Maka keluarlah mereka dengan filsafatnya dari jalan yang benar/lurus yang para shahabat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di atasnya, dan hadits sebagaimana yang telah dijelaskan panjang lebar.

Sesungguhnya termasuk dakwah Hizbut Tahrir sebagaimana yang mereka gembar-gemborkan, bahwasanya mereka  mempunyai keinginan untuk menegakkan hukum Allah di mika bumi. Saya ingin mengingatkan bahwa Hizbut Tahrir tidaklah sendirian dalam tujuan ini, karena tiap kelompok ada sekte-sekte Islamiyyah semuanya mempunyai tujuan akhir dengan ini, yakni menginginkan tegaknya hukum Allah di muka bumi.

Akan tetapi timbul satu pertanyaan! Apakah sekte-sekte ini dan salah satunya adalah Hizbut Tahrir berada di atas jalan Allah yang lurus seperti yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya berada diatasnya?.

Jawabnya, telah kita tunjukkan berulang-ulang (sebagaimana dalam syair-pent)

“Semua mengaku mendapatkan Laila sedangkan Laila tidak mengakui hal itu pada mereka sama sekali”.

Golongan-golongan yang ada ini tidak menggunakan dasar yang ketiga yaitu pemahaman Salafush Shalih dalam memahami Islam, oleh sebab itu mereka jauh dari pertolongan Allah karena Allah menolong orang yang menolong-Nya. Dan jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah yaitu dengan mengikuti Al Qur’an, Sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jalannya orang-orang mukmin (para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ). Syarat yang dilalaikan oleh golongan-golongan sesat terdahulu dan hizb-hizb zaman sekarang ini termasuk Hizbut Takhrir yang pemikiran-pemikiran mereka dalam masalah aqidah menyeleweng.

Oleh sebab itu kita ulangi lagi pada yang telah kita mulai (sebelumnya), “Kelompok mana saja yang tidak menegakkan aqidah dan manhajnya di atas pemahaman Salafush Shalih maka dia tidak akan bisa menegakkan Islam, baik itu parpol Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau golongan lainnya. Karena mereka tidak menegakkan dakwahnya dengan tiga dasar ini, yaitu Al Qur’an, Sunnah Rasul-Nya yang shahih, dan Manhaj Salafush Shalih. Maka dari mana mereka akan mampu menegakkan Islam tanpa tiga landasan di atas?

Kami cukupkan sampai sini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum mukmini. Wallahu a’lam bish Showab.

[Disali dari Buku Hizbut Tahrir Mu’tazilah Gaya Baru, oleh Syaikh Muhamad Nashiruddin Al-Albani. Penerbit Cahaya Tauhid Press, Malang]

Ditulis dalam HIZBU TAHRIR | 1 Komentar »

SILATURAHMI PELAJAR (KHUSUS SMU SE-JABOTABEK) PUTRA & PUTRI (GRATIS)

Ditulis oleh abuaslam di/pada Juni 16, 2008

SILATURAHMI PELAJAR (KHUSUS SMU SE-JABOTABEK) PUTRA & PUTRI (GRATIS)

TEMA : “JADILAH PEMUDA IDAMAN”

BERSAMA USTADZ BADRU & USTADZ ZAINAL ABIDIN

INSYA ALLAH..

HARI/ TGL : AHAD, 22 JUNI 2008

WAKTU : 10.00 WIB s/d ASAR

TEMPAT : JAKARTA ISLAMIC CENTER JAKARTA UTARA

PENDAFTARAN : Ketik REG spasi <nama> spasi <L/P> spasi <nama sekolah> Kirim ke HOTLINE CENTER

HOTLINE CENTER : 08179838961, 02171072931, 085216223383, 081385060187, 08569973907

Ditulis dalam 1 | Leave a Comment »

KOREKSI TERHADAP GERAKAN DAKWAH Hizbut Tahrir (HT)

Ditulis oleh abuaslam di/pada Juni 7, 2008

KOREKSI TERHADAP GERAKAN DAKWAH Hizbut Tahrir (HT).

Dari Soal-Jawab, Buletin Dakwah Al-Furqon Edisi 10 Th-1

 

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum waroh matullahi wabarokatuh, Ustadz, saya mau tanya : Saya pernah membaca dalam sebuah media tentang kumpulan kelompok sesat yang menyebar di kalangan kita, salah satunya adalah Hizbut Tahrir (HT). Apakah itu benar ustadz? (sebab saya punya teman kuliah yang ikut HT. Dan saya mau diajak di dalamnya). Terus terang saya sempat bingung, kalau memang sesat, kenapa keyakinan untuk mendirikan daulah islamiyah begitu kuat?

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Muhammad Erwanto

Email : r_one@kafegaul.com

 

 

Jawab :

Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kita untuk saling memberi nasehat seperti firman-Nya :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mantaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

 

Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : Agama itu adalah nasehat. Kami bertanya : “Untuk siapa?” beliau menjawab: “Untik Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para imam kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin”. (HR.Muslim:55).

 

Beliau juga menerangkan bahwa salah satu hak sesame muslim adalah: “Apabila ia menerima nasehat kepadamu, maka berilah nasehat kepadanya”. (HR. Muslim: 2162).

 

Jadi nasehat merupakan asas kebaikan bagi umat islam. Oleh karenanya, janganlah nasehat disalah-artikan dengan hujatan dan caci makian. Sebab maksud nasihat adalah mengingatkan seorang agar kembali kepada kebenaran serta memperbaiki segala kesalahan.

 

Tentunya sebagai seorang muslim yang ikhlas mencari kebenaran, dia akan menerima kebenaran dimanapun dijumpainya. Jangan sekali-kali nasihat saudaranya seagama dianggap sebagai suatu hal yang negatif dan dipandang sebelah mata. Karena kita semua me maklumi, tiada manusia di dunia ini yang bebas dari kesalahan dan kekeliruan. Sekali lagi, janganlah kita sesak dada dan alergi untuk menerima kebenaran.

 

Sebagai jawaban pertanyaan di atas, kami katakana : sesungguhnya jalan keselamatan itu hanyalah satu, sedangkan jalan kebatilan begitu banyak tak terhingga. Allah berfirman:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”. (QS. A-An’am 153).

 

Dalam hadits tentang iftiroqul ummah (perpecahan umat) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut tempatnya di neraka, kecuali satu. (yaitu) golongan yang aku ada dan para sahabat meniti di atasnya”. (HR.Tirmidzi 2641 dan Al-Hakim dalam Al-Di’ah: 14-15 oleh syeikh Ali bin Hasan).

 

Inilah jalan yang lurus. Inilah jalan keselamatan dan kebahagiaan. Yaitu jalan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya.

 

Adapun pemahaman-pemahaman baru yang menyimpang dari pemahaman para sahabat, maka semua itu merupakan jalan kegelapan sekalipun menjamur di segala penjuru dunia.. maka kami menasehatkan kepada saudara-saudara kami, khususnya para pemuda untuk berhati-hati dari pemikiran-pemikiran baru yang hanya menipu laksana fatamorgana.

 

Selanjutnya, penjelasan secara ringkas tentang firqoh/golongan tersebut adalah sebagai berikut :

 

HIZBUT TAHRIR (HT)

 

Hizbut Tahrir (HT) adalah suatu gerakan dakwah politik yang didirikan oleh Taqiyyuddin An-Nabhani. Gerakan ini berpusat di Yordania, Syiria dan Libanon. Kemudian terus berkembang hingga ke Eropa. (Lihat A-Maushu’ah Al-Muyassaroh hal. 135-140).

Gerakan ini dikritik para ulama dalam hal-hal berikut:

1.    Aqidah.

Gerakan ini banyak terpengaruh oleh pemikiran faham Mu’tazilah. Oleh karenanya, syaikh A-Albani menamai mereka dengan “Mu’tazilatul ‘Ashr” (Neo Mu’tazilah: Mu’tazilah Gaya Baru). Hal ini nampak sekali pada hal-hal sebagai berikut:

a.    Mereka sangat mengagungkan akal sehingga menjadikannya sebagai dasar pijakan/jalan keimanan. (Baca “Al-Aqlaniyyun Afhrohul Mu’tazilah ‘Ashriyyun” oleh syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi).

b.    Mereka mengingkari hadits-hadits ahad (hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir) dalam hal aqidah. Oleh karena itu, mereka tidak beriman dengan adanya adzab kubur, keluarnya Dajjal, turunnya Isa A-Masih dan lain-lain. (Baca bantahan keyakinan keliru ini dalam Ar-Risalah, hal.369-387 oleh Imam Syafi’I, Al-Ihkam 1/115-143 oleh Ibnu Hazm dan Mukhtashor Showa’iqul Musalah, hal 526-587 oleh Ibnul Qoyyim).

 

2.    Manhaj Dakwah

a.    Gerakan ini tidak memprioritaskan dakwah kepada tauhid sebagaimana dakwah kepada tauhid sebagaimana dakwah para nabi dan rosul. Tetapi bagaimana caranya mendirikan daulah/khalifah Islamiyyah.

b.    Dakwah mereka hanyalah melalui politik (menurut wacana moderen) semata.

 

3.    Hukum Fiqh

Gerakan ini mempunyai fatwa dalam hokum fiqh yang sangat aneh dan nyeleneh, tidak sesuai dengan syari’at islam.

 

Adapun apa yang saudara bingungkan tentang keyakinan kuat mereka untuk mendirikan daulah islamiyyah, maka kami sampaikan penjelasan Dr.Sholih bin Fauzan Al-Fauzan takkala menjelaskan tentang metode-metode dakwah yang keliru: “…Ada suatu golongan yang berdakwah kepada perbaikan hokum dan politik seta menuntut penerapan hukum-hukum syari’at di antara manusia. Ini memang penting tetapi bukan yang terpenting. Sebab, bagaimana mungkin dituntut penerapan hokum allah kepada pencuri dan pezina sebelum diterapkan hokum allah kepada orang-orang musyrik dan para penyembah patung dan kubur? Bukankah dosa mereka lebih besar dibandingkan dosa para pezina, peminum khomr dan pencuri itu?”.

 

Kemudian beliau berkata “Dan orang-orang yang menginginkan berdirinya daulah islamiyyah sebelum memurnikan negeri dari aqidah patung dan kuburan hanyalah mengingnkan sesuatu yang mustahil. Sesungguhnya berhukum dan mendirikan daulah islamiyyah merupakan penyempurnaan tauhid dan pelengkapannya. Lantas bagaimana penyempurna tersebut diburu lebih dahulu sedang tujuan utama dilalaikan?!”. (Lihat muqodimah Manhajul Anbiya’ fi Da’wah IlAllah, hal 23-35 oleh Dr.Robi’bin Hadi Al Madkholi cet.Maktabah Al-Furqon).

 

Demikian penjelasa kami secara ringkas. Kita memohon kepada Allah agar menunjukkan kita semua kepada jalan-Nya yang lurus. Dan sekali lagi, kami menjelaskan hal ini hanya semata untuk menegakkan pilar nasihat di antara kita sesame kaum muslimin. Wallohu a’lam.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

**Dari Soal-Jawab, Buletin Dakwah Al-Furqon Edisi 10 Th-1

Ditulis dalam HIZBU TAHRIR | 2 Komentar »

Penegakan Syari’at Islam ala FPI

Ditulis oleh abuaslam di/pada Juni 6, 2008

Penegakan Syari’at Islam ala FPI

Kategori: Info

Kekerasan dengan kemasan Penegakan Syari’at Islam yang dilakukan oleh FPI, telah berhasil dengan sukses menampakkan wajah Islam yang garang dan haus darah. Apakah dengan cara demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya ber-amar ma’ruf nahi mungkar? simaklah beberapa berikut ini :

Penggerebekan dan Penghancuran Tempat Maksiat

Kategori: Akhlaq dan Nasehat, Manhaj Salaf

Oleh: Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili

Pertanyaan:
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili ditanya: Apakah kami diperbolehkan
merubah kemungkaran dengan kekuatan tangan, seperti menghancurkan
lokasi-lokasi pelacuran dan mabuk-mabukan, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin di Indonesia?

Jawaban:
Ini tidak boleh! Bahkan ini termasuk kemungkaran tersendiri. Merubah
kemungkaran dengan kekuatan tangan merupakan hak Waliyul Amr (umara).
Tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang terhadap
tempat-tempat maksiat, (yakni) dengan menghancurkan dan membakarnya, atau juga tindakan melampaui batas seseorang dengan melakukan pemukulan, maka ini merupakan kemungkaran tersendiri, dan tidak boleh dilakukan.

Para ulama telah menyebutkan masalah mengingkari dengan kekuatan tangan, merupakan hak penguasa. Yaitu orang-orang yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Barangsiapa melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya.”

Makna kemampuan yang disebutkan dalam hadits ini, bukan seperti yang
dibayangkan oleh kebanyakan orang, yaitu kemampuan fisik untuk memukul atau membunuh. Kalau demikian yang dimaksudkan, maka kita semua dapat memukul. Namun, apakah benar yang dimaksud seperti ini?

Kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan syar’iyah. Yang berhak
melakukannya ialah orang yang memiliki kemampuan syar’iyah. Yaitu,
pengingkaran terhadap mereka tidak akan menimbulkan kemungkaran lain.
Dengan demikian, perbuatan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian
orang, baik dengan memukul atau menghancurkan tempat-tempat maksiat yang dilakukan seperti pada sekarang ini merupakan pelanggaran

Orang yang melihat kemungkaran atau melihat pelaku kemungkaran, hendaknya melaporkannya kepada polisi, sebagai pihak yang bertanggungjawab, atau para ulama atau para da’i, untuk selanjutnya diserahkan kepada yang memiliki wewenang. Kemudian akan diselidiki, sehingga dapat diatasi dengan cara yang tepat.

[Soal-jawab Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili di Masjid Kampus
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 27 Jumadil Akhir 1427H]

***

  • Sumber: Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016 – website: www.bukhari.or.id
  • Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id

Ditulis dalam ORGANISASI MASA | Leave a Comment »